PT. Sarana Kalsel Ventura

Posted: Agustus 2008 in Uncategorized

PT. Sarana Kalsel Ventura (SKV) merupakan Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) ke-24 yang diresmikan oleh Menteri Keuangan RI pada tanggal 6 September 1997 di Banjarmasin, dalam rangka untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah untuk menumbuh kembangkan perusahaan-perusahaan dalam skala kecil – menengah di Propinsi Kalimantan Selatan dengan melakukan penyertaan modal dan bantuan manajemen dalam perusahaan tersebut serta berusaha mengangkat potensi-potensi produk unggulan daerah menjadi komoditas ekspor yang mampu bersaing di pasaran Internasional.

Adapun maksud dan tujuan didirikannya PT. Sarana Kalsel Ventura adalah sebagai berikut:

  1. Berusaha dalam bidang modal ventura
  2. Melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk atau yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut di atas, dan selanjutnya menjalankan dan melaksanakan kegiatan usaha lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sebagaimana diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Beberapa bidang usaha yang dapat dibiayai oleh SKV antara lain :

  • Perusahaan yang pangsa pasarnya sedang berkembang, bersifat inovatif, cepat berkembang di masa mendatang.
  • Perusahaan yang ingin ekspansi, namun kekurangan modal usaha.
  • Perusahaan yang pasarnya sudah baik, namun perlu mengganti fasilitas produksi
  • Perusahaan yang memerlukan benih modal untuk mengembangkan produk baru.
  • Pemasok kepada BUMN dan perusahaan besar swasta yang sehat.
  • Usaha-usaha yang mempunyai pangsa pasar yang pasti.
  • Usaha yang berorientasi ekspor atau  substitusi impor.
  • Usaha yang berpotensi untuk melakukan Initial Publik Odffering (IPO)
  • Perusahaan pengolahan hasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan.
  • Industri skala kecil dan menengah sesuai dengan ketentuan SK Menteri Keuangan RI No. 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yaitu Usaha Kecil adalah perorangan atau badan usaha yang telah melakukan kegiatan/usaha yang mempunyai penjualan, omzet per-tahun setingi-tingginya Rp. 600 Juta atau asset/aktiva setinggi-tingginya Rp. 600 Juta (di luar tanah dan bangunan yang ditempati).
  • Pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.
  • Jasa dan Perdagangan penunjang ekspor.

Salah satu strategi pembangunan ekonomi nasional adalah membangun usaha kecil dan menengah untuk menjadi salah satu pilar ekonomi bangsa.  Membangun UKM berarti menumbuhkan, membina dan membantu mengatasi masalah serta mengembangkan sehingga menjadi UKM yang tangguh dan mandiri.

Pemerintah sejak 3 – 4 tahun yang lalu telah dan akan terus melakukan berbagai deregulasi di sektor moneter, dengan tujuan untuk menggairahkan industri keuangan yang pada akhirnya dapat menyokong pertumbuhan sektor riil, termasuk sektor swasta ukuran kecil dan menengah.

Pada saat ini pembiayaan Modal Ventura merupakan salah satu bentuk pembiayaan modal yang dijadikan alternatif dan banyak diminati  oleh pengusaha-pengusaha sekarang, karena investasi modal ventura dapat dilakukan pada suatu perusahaan yang masih baru berkembang ataupun perusahaan skala kecil sampai menengah, namun mempunyai potensi berkembang di masa mendatang.

Pada tahun 1994, dengan dipelopori oleh Bapak Mar’ie Muhamad dan didukung oleh para tokoh nasional dan pengusaha lokal dan Nasional yang peduli terhadap pengembangan UKM,  bersama-sama mendirikan Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) di 26 Propinsi di Indonesia.

Melalui SK Menteri Keuangan RI No. 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi melalui Pemanfaatan dana laba BUMN,  pemerintah menunjukkan dukungan bagi pengembangan usaha kecil dan menengah dimana salah satu bentuk penyaluran laba BUMN tersebut adalah melalui penyertaan dalam perusahaan Modal Ventura, khususnya untuk pengusaha kecil dan menengah dikembangkan di daerah-daerah bersama dengan BUMN-BUMN lainnya serta beberapa pengusaha Swasta Nasional maupun lokal yang mempunyai minat yang sama dalam bentuk program kemitraan.

PT. Bahana Artha Ventura sebagai wakil dari pemerintah yang telah berperan besar dalam mendirikan, menyalurkan dananya serta membina dan membesarkan PMVD hingga saat ini.  Dengan semakin besarnya jaringan dan peran PMVD terhadap pengembangan UKM di propinsi maka terciptalah struktur jaringan di lembaga keuangan non Perbankan yang tersebar di 26 Propinsi yang telah menyalurkan dana sebesar ± 2 trilyun kepada  ± 10.000 Perusahaan Pasangan Usaha (PPU).